Cerita Seram Di Pabrik Tahu, Diganggu Oleh Hantu Karyawan Yang Meninggal
Cerita horor Di pabrik tahu, diganggu oleh hantu karyawan yang sudah meninggal terjadi pada saat aku yang masih bekerja di salah satu pabrik tahu tersebut yang berada di Jawa Tengah. Sebelum yang terlalu jauh, perkenalkan dahulu namaku adalah Yoseft Budiman. Aku yang sudah bekerja di perusahaan tersebut selama empat tahun.
Selama aku yang bekerja di perusahaan tersebut, semuanya berjalan dengan sangat lancar. Namun, semuanya bisa berubah pada saat ada salah satu karyawan yang mendadak bisa meninggal pada waktu bekerja.
Tidak ada yang tahu penyebab pasti meninggalnya karyawan tersebut. Berdasarkan atas penjelasan dari pihak kepolisian, karyawan tersebut bisa meninggal di pabrik tahu karena karyawan tersebut terkena serangan jantung.
Sejak saat itu, kondisi tempat perusahaan tersebut terasa sangat seram dan mencekam sekali. Ada beberapa kali aku yang mendapat gangguan dari makhluk tak kasat mata. Pernah suatu hari ada sebuah ember tempat untuk menyimpan kedelai mendadak bisa yang bergerak sendiri. Aku melihat langsung dengan mataku sendiri, ember untuk menyimpan kedelai tersebut bisa bergerak dengan sangat nyata sekali.
Saat itu, aku yang masih bisa menahan rasa takut yang aku rasakan. Gangguan menyeramkan seperti itu terjadi hampir setiap harinya.
Anehnya, hanya cuman aku saja yang bisa melihat teror dari hantu tersebut. Teman-temanku semua mengaku tidak pernah melihat terjadinya hal aneh atau merasa takut yang sepertiku.
Aku pun mulai merasa dan memikirkan ada hal yang tidak beres di pabrik tahu tempatku bekerja. Puncaknya, aku pun mendapat teror lagi dari hantu yang sering menggangguku. Hantu tersebut bahkan yang berani untuk menampakkan wajahnya pas di depanku. Ya, hantu itu adalah karyawan yang sudah meninggal beberapa bulan lalu tersebut.
Hantu tersebut pun menyampaikan pesan yang sangat seram dan menegangkan. "Cepat kau pergi atau nasibmu akan sama sepertiku," katanya. Setelah mendapatkan pesan tersebut dari hantu karyawan yang sudah meninggal, aku pun langsung mengundurkan diri dan pergi dari perusahaan tersebut.

