Cerita Mistis Dedemit Penunggu Rumah Kosong

Mengerikan Diikuti Dedemit Penunggu Rumah Kosong

Perkenalkan, namaku adalah Dewas Anga Saputra, aku akan membagikan cerita horor Dedemit penunggu rumah kosong yang sulit aku lupa. 

Cerita horor ini terjadi pada saat aku yang masih duduk di bangku sekolah dasar (SD), tepatnya kelas enam. Saat itu, aku selalu bermain sepeda pada waktu sore hari, terkadang lupa waktu sampai bisa malam hari baru pulang.

Pada satu hari, aku bermain sepeda bersama dengan satu teman baikku yang bernama Adit. Kami bersepeda mulai dari pukul empat sore sampai dengan matahari terbenam. “Dit, sudah gelap, nih. Pulang, yuk?” ajakku. “Sebentar, tanggung banget nih, kita ke sana dahulu, ya?” jawab Adit sambil menunjuk salah satu rumah kosong dengan ukuran yang cukup besar.

Rumah tersebut sudah lama kosong, kabarnya sang pemilik meninggalkan tempat tersebut karena ada masalah dengan tetangganya. aku dan adit tidak tahu kalau tempat tersebut ada Dedemit Penunggu Rumah Kosong

Aku ingin menolak ajakan tersebut, tetapi Adit sudah mengayuh sepedanya dengan sangat cepat ke arah tempat tersebut. Pagarnya terbuka, kami pun masuk hingga ke bagian halaman depan tempat itu. Adit yang memang terkenal sangat pemberani itu menaruh sepedanya di halaman depan dan berjalan ke arah pintu masuk.

Aku hanya duduk di sepeda melihat kelakuan Adit yang dengan gegabah mengetuk pintu sebanyak tiga kali. Sesaat setelah ketukan ketiga berhenti, mendadak dari jendela di lantai dua muncul sosok wanita dengan baju putih dan berambut panjang.

Aku mengernyitkan dahi sambil terus melihat untuk bisa memastikan keberadaan perempuan tersebut. Saat rambutnya yang menutupi wajah sedikit tersibak, terlihat matanya berwarna merah menyala. 

“Dit, Lari!” teriakku dan langsung mengayuh sepeda dengan cepat. Aku tidak menengok ke belakang sama sekali sampai tiba di rumah. Aku meninggalkan Adit, entah bagaimana nasibnya di rumah kosong tersebut. Sesampainya di rumah, kedua kakiku masih terasa lemas dan masih bergetar.

Aku lansung meminum segelas air es untuk bisa menenangkan diri. Baru setengah isi gelas aku minum, mendadak terdengar suara ketukan di pintu rumahku. “Ah, itu pasti Adit,” gumamku dalam hati. Aku membuka pintu rumah tanpa memikirkan apa-apa lagi. 

Aku sungguh sangat terkejut sekali pada saat melihat wanita dengan rambut panjang yang ada di rumah kosong tadi berdiri di depanku.

Ternyata, dedemit penunggu rumah kosong itu mengikutiku sampai ke rumahku.  Setelah itu aku tidak ingat apa-apa, Ibuku bilang aku yang pingsan di depan pintu. Sejak hari itu, aku tidak pernah lagi bersepeda hingga waktu malam hari.