Terowongan Angker Yang Dibangun Pada Masa Penjajahan Belanda Dihantui Oleh Para Korban Kerja Paksa
Kisah mistis sebuah terowongan angker kereta api di Banyuwangi, Jawa Timur disebut-sebut sebagai salah satu tempat paling seram di Indonesia.
Masyarakat sekitar percaya terowongan yang dibangun pada waktu masa penjajahan Belanda ini dihantui para korban kerja paksa.
Dikutip dari berbagai sumber, terowongan angker ini dibangun pada tahun 1901 dan selesai pada tahun 1910. Pelaksana pembangunan terowongan itu adalah perusahaan kereta api Hindia Belanda yang bernama Staatsspoorwegen (SS).
Mereka memaksa para pekerja penduduk pribumi dengan penuh tekanan. Kerja paksa pada zaman kolonial Belanda disebut sebagai kerja rodi. Pembangunan terowongan tersebut disebut-sebut menelan banyak sekali korban jiwa dari kalangan pekerja penduduk pribumi. Banyak pekerja yang meninggal karena merasakan kelelahan dan juga kelaparan.
Mereka bekerja terus-menerus tanpa mendapatkan upah sama sekali dan makanan yang layak. Warga sekitar terowongan percaya sekali, arwah-arwah korban kerja rodi masih banyak bersemayam di sana, di Alas Gumitir.
Maka tidak heran jika hingga sampai saat ini, terowongan ini diselimuti dengan banyak sekali kisah mistis. Hal berbau mistis di Alas Gumitir kerap sering sekali dikaitkan dengan arwah-arwah pekerja paksa yang meninggal pada saat membangun terowongan tersebut.
Dalam cerita yang berkembang di kalangan masyarakat disebutkan, ada banyak kisah mistis yang dialami penjaga terowongan. Hal mistis yang dimaksud seperti mendengar adanya suara orang minta tolong tanpa ada wujudnya.
Kerap tampak ada bayangan korban kerja paksa yang sudah compang-camping di jalur terowongan. Bahkan dikisahkan, semenjak awal pembangunan terowongan yang membelah Gunung Gumintir ini selalu sering menemui kendala.
Banyak kejadian aneh yang dinilai janggal dan tidak biasa. Masyarakat sekitar berkeyakinan, semenjak awal lokasi pembangunan terowongan angker ini terbilang wingit atau angker. Pegawai dari Perusahaan Kereta Api Belanda dibuat bingung pada saat menentukan titik yang akan dijadikan terowongan.
Hingga akhinya meminta bantuan orang sakti yang berasal dari Gunungkidul.
Orang sakti tersebut kemudian membantu untuk mengusir dan menenangkan para penghuni Gunung Gumitir, sekaligus juga menjadi mandor. Tidak hanya itu, orang sakti ini juga dipercara dapat untuk mengusir siluman ular yang ada disekitar lokasi terowongan angker.

